admin@alfityanmedan.sch.id Jl. Keluarga Ling IX Kel. Asam Kumbang Medan, Sumatera Utara

Menumbuhkan Cinta Budaya Lewat Rasa – Kegiatan P5 Mengapresiasi Makanan Tradisional

Sebagai bagian dari implementasi Kurikulum Merdeka, SMP Swasta Al-Fityan menggelar kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema “Mengapresiasi Makanan Tradisional”.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penguatan nilai-nilai kebhinekaan dan gotong royong dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Melalui kegiatan ini, para siswa diajak untuk mengenali, membuat, mencicipi, dan mempresentasikan berbagai jenis makanan tradisional dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok yang masing-masing menyiapkan satu jenis makanan tradisional, lengkap dengan sejarah, filosofi, dan proses pembuatannya. Beberapa makanan yang ditampilkan antara lain: rendang dari Sumatera Barat, klepon dari Pasuruan (Jatim), mpek mpek dari Palembang (Sumatera Selatan), sate padang dari Sumatera Barat, lupis dan mendoan dari Jawa Tengah, serabi dari Jawa Barat, dan beberapa makanan lain dari berbagai daerah yang khas Indonesia.

Selain memamerkan makanan, siswa juga diberi kesempatan untuk menjelaskan makna budaya di balik makanan tersebut. Tak hanya menjadi ajang edukasi, kegiatan ini juga melatih keterampilan kerja sama, komunikasi, dan tanggung jawab antaranggota kelompok.

Kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan rasa cinta tanah air melalui pengenalan budaya bangsa sejak dini. “Makanan tradisional bukan sekadar kuliner, tetapi juga warisan budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan”.

Dengan penuh semangat, para siswa menunjukkan antusiasme dan kebanggaan terhadap budaya lokal. Kegiatan ditutup dengan sesi makan bersama dan refleksi, di mana setiap siswa menyampaikan pengalaman serta nilai-nilai yang mereka pelajari.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengenal kekayaan kuliner Nusantara, tetapi juga belajar pentingnya menghargai warisan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.

Baca Juga :  Fun Class Tahfiz: Menghafal Al-Qur’an dengan Suasana Baru