Medan, 28 Agustus 2026 — Dua hari penuh gagasan, diskusi, dan evaluasi mewarnai pelaksanaan Rapat Kerja (Raker) SDIT Al-Fityan Medan Tahun Pelajaran 2026/2027. Digelar pada 21 dan 28 Agustus 2026, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh unsur sekolah untuk menyatukan langkah dan merumuskan program strategis demi mewujudkan pendidikan yang Islami, berkualitas, dan relevan dengan tantangan masa depan.
Raker tidak sekadar menjadi forum menyusun program kerja. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk melihat kembali apa yang telah dilakukan, mencermati berbagai tantangan yang dihadapi, sekaligus menyusun langkah perbaikan yang lebih terarah.
Semangat tersebut berpijak pada visi SDIT Al-Fityan Medan, yaitu “Menyiapkan generasi Islam yang cinta Al-Qur’an, berprestasi dalam pembelajaran, dan siap menghadapi masa depan.” Visi ini menjadi arah utama dalam setiap pembahasan dan perumusan program kerja sekolah.
Empat Komisi, Satu Arah Perjuangan
Untuk memastikan pembahasan berjalan fokus dan komprehensif, Raker dibagi ke dalam empat komisi, yakni Komisi I Bidang Kurikulum, Komisi II Bidang Kesiswaan, Komisi III Bidang Tarbawi dan Al-Qur’an, serta Komisi IV Bidang Sarana dan Prasarana. Pembentukan komisi tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala SD Swasta Al-Fityan Medan Nomor 059/FM/SDIT/VIII/2026.
Memasuki sesi sidang komisi, suasana Raker tampak semakin dinamis. Para peserta berdiskusi, menyampaikan evaluasi, memberikan masukan, serta merumuskan berbagai program dan target yang dinilai penting untuk pengembangan sekolah pada Tahun Pelajaran 2026/2027.
Komisi I Bidang Kurikulum yang diketuai Syahrul Hamid, S.Pd. membahas berbagai program yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pembelajaran dan pengembangan keterampilan dasar keilmuan. Pembahasan diarahkan agar proses pembelajaran semakin mampu mengintegrasikan nilai-nilai Islami dengan pengetahuan dasar dalam lingkungan belajar yang kondusif dan suportif.
Di sisi lain, Komisi II Bidang Kesiswaan yang diketuai Muhammad Fadli Siregar, S.Pd.I membahas program yang berkaitan dengan pengembangan potensi dan bakat murid, prestasi, serta pembentukan perilaku positif. Berbagai gagasan muncul untuk memastikan setiap murid mendapatkan ruang tumbuh dan berkembang secara optimal.
Nuansa yang berbeda terasa dalam Komisi III Bidang Tarbawi dan Al-Qur’an. Dipimpin oleh Wirana Suseva Sitorus, S.Pd.I, komisi ini memberikan perhatian khusus terhadap penguatan nilai-nilai Islami dan kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagai bagian penting dari identitas pendidikan di SDIT Al-Fityan Medan.
Sementara itu, Komisi IV Bidang Sarana dan Prasarana yang diketuai Ali Nafiah Siregar, S.Pd.I membahas kebutuhan serta pengembangan sarana dan prasarana yang dapat mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang nyaman, kondusif, dan menunjang pencapaian program sekolah.
Kepala Sekolah: Raker Harus Menghasilkan Aksi
Kepala SDIT Al-Fityan Medan, Ali Nafiah Siregar, S.Pd.I, menekankan bahwa Raker hendaknya tidak berhenti pada penyusunan dokumen dan daftar kegiatan semata. Setiap program yang dirumuskan perlu memiliki arah, target, serta komitmen untuk dilaksanakan bersama.
“Rapat kerja ini bukan sekadar menyusun program, tetapi menyatukan visi dan langkah kita. Setiap program yang dirumuskan harus benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan perkembangan murid. Karena itu, yang paling penting setelah Raker adalah bagaimana kita mengimplementasikan hasilnya dengan penuh tanggung jawab dan konsistensi.”
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan program sekolah tidak hanya ditentukan oleh bagusnya perencanaan, tetapi juga oleh kekuatan kolaborasi dan kesungguhan dalam pelaksanaannya.
Dari Forum Raker Menuju Aksi Nyata
Seluruh pembahasan dalam empat komisi pada akhirnya bermuara pada tujuan yang sama: menerjemahkan visi dan misi sekolah ke dalam program nyata.
Misi SDIT Al-Fityan Medan untuk menyelenggarakan pembelajaran Islami yang terintegrasi antara nilai-nilai Islami dan pengetahuan dasar dalam lingkungan belajar yang kondusif dan suportif menjadi pijakan dalam penyusunan program. Sementara itu, tujuan sekolah diarahkan pada penguatan nilai-nilai Islami dan cinta Al-Qur’an, pengembangan keterampilan dasar keilmuan, penggalian potensi dan bakat murid, peningkatan prestasi akademik dan perilaku positif, serta penguatan kerja sama dengan wali murid.
Dengan demikian, hasil Raker diharapkan menjadi peta jalan bersama bagi seluruh warga SDIT Al-Fityan Medan dalam menjalankan Tahun Pelajaran 2026/2027.
Dua hari Raker telah mempertemukan berbagai gagasan. Kini saatnya gagasan tersebut diwujudkan menjadi gerakan, program menjadi aksi, dan aksi menjadi perubahan nyata.
Karena pendidikan yang baik tidak lahir hanya dari rencana yang baik, tetapi dari kesungguhan untuk menjalankannya secara bersama-sama. Dari SDIT Al-Fityan Medan, langkah untuk menyiapkan generasi Islam yang cinta Al-Qur’an, berprestasi, dan siap menghadapi masa depan terus dimulai.




